Garden from Heaven

 Garden from Heaven

oleh: Fryda Aninditya Rani Putri

Di suatu tempat terpencil terciptalah desa yang berkehidupan damai dan tentram. Lingkungan di desa itu pun sangatlah asri, para penduduknya sangat ramah dan rukun. Di kalangan masyarakat desa itu sangat ramai di perbincangkan, bahkan tak jarang desa itu dijadikan tempat berwisata oleh orang-orang tertentu. Desa terpencil itu bernama Garden from Heaven.

Kehidupan di Desa itu sangatlah rukun. Flora dan fauna yang ada di Desa itu pun sangat terbentuk dengan baik. Bagaimana tidak? Ekosistem Alam disana sangat dijaga, hewan-hewan dilindungi dengan baik, dan mendapatkan perawatan yang cukup. Sungguh seperti Surga Dunia.

Desa itu kerap dikenal masyarakat, tetapi untuk masuk ke dalam wilayah desa itu juga tidak sembarang orang bisa melakukannya. Karena memasuki wilayah Desa Garden from Heaven juga ada pantangan tersendiri bagi yang ingin memasuki wilayah Desa tersebut, yang jika dilanggar akan ada konsekuensi yang cukup berat bagi yang melanggar. Maka dari itu tidak semua orang bisa memasuki wilayah tersebut, dan kalaupun ada sesuatu hal yang mengharuskan masuk ke dalam Desa itu pun pasti ada yang Namanya syarat-syarat ketentuan yang dikeluarkan sesuai kebijakan para penduduk di Desa tersebut.

Tetapi dibalik itu semua ada alasan tersendiri, yang bisa saja sudah dari warisan para leluhur yang ada di sana, dan oleh sebab itu banyak sekali pantangannya.

Penduduk desa Garden from Heaven sangat bertanggung jawab atas kebersihan desa, perawatan hewan-hewan, dan tanaman-tanaman. Di Desa itu tidak ada yang namanya hewan mati kelaparan, tanaman mati karena tidak dirawat, Dan lain-lain. Karena perawatan di Desa itu sangat terjamin dan rasa tanggung jawab para penduduk di Desa itu pun sangat tinggi.

Selain rasa tanggung jawab yang tinggi, pemandangan di Desa Garden from Heaven juga sangat memanjakan mata bagi yang melihatnya. Hawanya yang syahdu, serta pemandangannya yang indah. Andai aku tinggal di sana, setiap harinya bisa menikmati dan merasakan pemandangan seperti itu. Sungguh pasti akan seperti mimpi yang diimpikan semua orang.

Orang-orang yang tinggal di sana hidup dengan kesederhanaan. Tidak ada yang memandang harta, dan tidak ada yang memandang jelek satu sama lain. Masyarakat sekitar kerap bertanya, tentang bagaimana bisa penduduk di sana hidup dengan rukun? Tentu jawabannya adalah karena mereka semua saling menerapkan perilaku mempercayai satu sama lain, maka dari itu mereka bisa berdamai dengan keadaan dan juga melewati hari-hari berat dengan rasa bahagia.

Di suatu malam yang indah, berhiaskan Bintang-bintang di angkasa yang membantu memberikan sinarnya untuk dunia. Beberapa penduduk Desa merencanakan adanya kegiatan membersihkan lingkungan Desa agar Desa tersebut semakin bersih dan terawat.

        Pada keesokan harinya beberapa penduduk Desa yang dari awal merencanakan kegiatan membersihkan lingkungan desa berkumpul dan memberikan informasi ke seluruh penjuru desa. Dan atas kesepakatan bersama, seluruh penduduk desa berbondong-bondong membersihkan desa. Kegiatan membersihkan Desa berlangsung kurang lebih dua jam, yang di mulai dari jam tujuh pagi sampai selesai. Setelah berlangsung nya kegiatan tersebut, seluruh penduduk Desa Garden from Heaven kembali melakukan kegiatan keseharian masing-masing. Di keesokan pagi yang cerah, penduduk Desa berkumpul dan berbincang tentang Desa tempat tinggalnya itu. Mereka bercerita, berpendapat, dan saling memberikan Solusi terbaik. Tetapi, selang beberapa menit mereka berbincang tiba-tiba saja, ramai beredar tentang informasi bahwa, tempat yang mereka tinggali sekarang akan segera digusur karena alasan, beberapa ekosistem yang sedang tumbuh subur di Desa Garden from Heaven dibutuhkan masyarakat sekitar.

Dan benar saja, selang beberapa hari setelah informasi itu beredar ramai orang berdatangan membawa alat-alat bermuatan berat. Yang bertujuan untuk memudahkan menggusur Desa Garden from Heaven. Warga Desa tersebut sempat menentang, tetapi apa boleh buat? Semua hancur begitu saja.

Penduduk Desa Garden from Heaven sama sekali tidak diberitahu bahwa akan terjadi penggusuran di Desa tempat mereka tinggal. Tiba-tiba saja orang-orang tidak yang bertanggung jawab merusak segala keindahan Desa Garden from Heaven, hancur semua dibuatnya.Kenangan yang tak bisa terurai dengan kata-kata, lenyap habis begitu saja.

Semua sudah terjadi dan tidak bisa di ulang kembali. Setelah kejadian yang melibatkan perasaan marah itu terjadi, hewan-hewan, tanaman, ekosistem alam yang lainnya sudah sangat-sangat hancur. Rasa kesal penduduk di sana sangat mendalam, bagaimana tidak? Tempat tinggal yang sudah dihuni sejak lama dan menyimpan banyak kenangan dirusak dan dihancurkan begitu saja.

Rasa kecewa, sedih, dan kesal bercampur menjadi satu. Sekarang jika itu terjadi pada kalian semua, apa yang akan kalian lakukan? Kalaupun ingin meluapkan amarah atau pun rasa kesal, itu juga sudah jauh terlambat. Semua sudah terjadi, dan hancur begitu saja.

Para penduduk Desa Garden from Heaven hanya bisa meratapi apa yang sedang terjadi kala itu. Semua upaya mereka untuk menjaga dan melestarikan keindahan Desa Garden from Heaven sudah terbuang sia-sia. Sekarang apakah orang-orang yang merusak dan tidak bertanggung jawab atas perbuatan mereka itu merasakan dan berfikir atas kesalahan mereka? Kesalah yang membuat dampak besar pada kehidupan penduduk Desa Garden from Heaven?

Bagaimana masa depan para penerus-penerus penduduk garden from heaven? Apakah orang-orang yang merusak dan tidak tanggung jawab itu pernah berfikir untuk kedepannya? Kalau saja mereka berpikir seperti itu dari awal pasti tidak akan pernah terjadi seperti itu. Itulah perkataan para penduduk Garden From Heaven yang memikirkan kesenangan masa depan penerus-penerus penduduk Garden from Heaven.

Segala yang sudah terjadi mungkin memang sudah seharusnya terjadi. Tetapi, kalau saja hal itu tidak terjadi pasti Desa Garden from Heaven tidak akan menjadi sehancur ini. Para penduduk Desa sangat mengharapkan Desa yang sudah mereka rawat itu kembali sehat menjadi sedia kala. Mereka sangat dihantui rasa bersalah, karena menganggap kurang cukup baik dalam menjaga Desa yang sempat mereka tinggali.

Semua saling menguatkan saling memberikan rasa semangat satu sama lain. Mereka sudah berupaya kuat menghadapi cobaan yang sedang dialami mereka semua. Semua kenangan masih terasa hangat di dalam hati mereka semua, dan sekarang semua hanya menjadi kenangan. Setelah berhari-hari mereka semua meratapi keadaan yang sedang mereka alami, akhirnya mereka semua tersadarkan oleh keadaan.

Setelah sekian lama para penduduk Desa Garden from heaven hidup di bawah puing-puing sisa reruntuhan tempat tinggal mereka. Akhirnya mereka semua bangkit kembali. Mereka ingin menunjukkan bahwa Desa Garden from Heaven kuat dan akan kembali bangkit menjadi Desa yang bersolidaritas tinggi dan juga desa yang tidak akan runtuh sekalipun dihancurkan berkali-kali.

Memasuki minggu kedua setelah penggusuran, para penduduk Desa Garden from Heaven mulai kembali bangkit dan mulai memperbaiki semuanya. Seluruh penduduk Desa Garden from Heaven saling bekerja sama satu sama lain.

Waktu telah menguji segalanya tanah yang digusur, rumah yang runtuh, dan harapan yang nyaris punah. Tapi dari puing-puing itu, sesuatu yang lebih kuat tumbuh perlahan, kesadaran, keberanian, dan persatuan. Penduduk desa yang dulu tersebar dan kehilangan arah, kini kembali, bukan hanya untuk mengenang apa yang pernah ada, tetapi untuk membangun kembali apa yang seharusnya tidak hilang.

Mereka mulai dengan tangan kosong, namun hati mereka penuh. Batu demi batu, papan demi papan, mereka dirikan kembali rumah-rumah mereka. Tanah yang sempat gersang kini disuburkan oleh semangat gotong royong, oleh tekad yang tak mudah dipatahkan. Mereka tak lagi menunggu bantuan, sebab mereka sadar harapan terbesar adalah saat manusia memilih untuk tidak menyerah.

Dan di tengah semuanya, berdirilah kembali taman itu Garden from Heaven yang dulu menjadi saksi atas luka, kini tumbuh menjadi lambang harapan. Pohon-pohon yang baru ditanam memang belum tinggi, namun akarnya telah dalam. Bunga-bunga yang mekar belum banyak, tapi mereka mewakili mimpi-mimpi yang tak bisa dihancurkan.

Taman itu bukan hanya tempat untuk mengingat, tetapi untuk memulai. Di situlah tawa anak-anak kembali terdengar, doa-doa dipanjatkan dalam hening, dan langkah kaki para penduduk menjadi lebih ringan. Karena mereka tahu, mereka tak lagi berjalan sendirian.

Desa mereka mungkin pernah hancur, namun jiwanya tidak pernah benar-benar pergi. Sebab surga tak hanya turun dalam bentuk keajaiban. Kadang, ia hadir dalam bentuk tangan-tangan sederhana yang saling menguatkan, dan hati-hati yang tak pernah berhenti percaya.

Dari reruntuhan yang pernah memisahkan, kini tumbuh tekad yang menyatukan. Para penduduk desa yang dulu hanya bisa menangis dalam diam kini berdiri bersama, menggenggam harapan di tangan mereka sendiri. Tanah yang pernah direnggut, mereka tanami kembali. Rumah yang runtuh, mereka bangun dengan gotong royong. Dan di tengah-tengah desa yang mulai hidup lagi, tumbuh sebuah taman kecil, tempat mereka memulai segalanya.

Garden from Heaven bukan hanya simbol keindahan yang hilang, tetapi lambang dari keberanian untuk bangkit. Karena desa ini bukan hanya tanah ia adalah jiwa, dan jiwanya tak pernah benar-benar mati.

Di tengah debu masa lalu, Garden from Heaven mekar kembali. Bukan sekedar taman melainkan janji. Bahwa sesuatu yang indah masih bisa tumbuh, meski dari puing-puing yang paling hancur.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Inginku